Senin, 19 September 2011

MAKALAH KONFLIK KAMBOJA DENGAN THAILAND

Assalamu'alaikum wr wb

Long time no see ..
Apa kabarnya neh sobad-sobad ku..????

Udah lama nih nggak nulis lagi,
soalnya banyak tugas menanti
Nggak Fisika, nggak Seni Budaya, tugas? Pasti
Gue nya jadi...
Ah udahlah, gue keabisan kata-kata -_-


Kali ini page nya tentang makalah PKN. Tugas ini gue terima waktu gue masih kelas 2 atau 1 gitu #lupa.com. Lumayan buat bantu ade-ade kelas yang lagi kehilangan arah. So, sok silahkan dilihat, dibaca, dan dipahami.




 


KONFLIK KAMBOJA DENGAN THAILAND

1.   Sengketa Kamboja dan Thailand Tak Kunjung Mereda 


Meski sudah ada seruan dari Perserikatan Bangsa-bangsa untuk melakukan gencatan senjata, belum ada tanda-tanda bahwa Thailand dan Kamboja mengatasi jurang perbedaan antara kedua negara, untuk menghentikan sengketa.
            Thailand menyebutkan seorang tentaranya terluka akibat pertikaian yang terjadi Selasa (15/02) pagi. Kedua pihak saling tuduh atas pemakaian granat dalam insiden itu. Thailand tak mau ada campur tangan pihak ketiga dalam menyelesaikan pertikaian, namun Kamboja berpandangan sebaliknya.

a.      Thailand Inginkan Negosiasi Bilateral, Kamboja Sebaliknya
Pemerintah Thailand menyerukan negara tetangganya, Kamboja untuk melakukan negosiasi bilateral dalam menyelesaikan masalah perebutan candi berusia 900 tahun di perbatasan. Sedikitnya sudah 10 orang tewas dalam konflik bersenjata selama ini akibat sengketa tersebut. Namun di lain pihak, pemerintahan di Phnom Penh menolak seruan Thailand dan mendesak perlunya pihak ketiga sebagai mediator perundingan. Juru bicara kementerian luar negeri Kamboja, Koy Kuong mengatakan bila negosiasi hanya dilakukan secara bilateral, maka hal itu tak akan berjalan. 
b.      Upaya Mediasi
Perserikatan Bangsa Bangsa telah mengundang Thailand dan  Kamboja untuk melakukan perundingan damai di New York. Duta Besar Jerman untuk PBB Peter Wittig mengemukakan situasinya serius, maka kedua pihak harus kembali ke meja perundingan untuk menghindari eskalasi ketegangan lebih lanjut.
Usai pertemuan tertutup yang dihadiri menteri luar negeri kedua negara dan Menlu Indonesia Marti Natalegawa yang bertindak sebagai mediator di tengah sengketa ini, Ketua Dewan Keamanaan Maria Luiza Ribeiro Viotti mengatakan PBB meminta agar kedua negara yang berseteru ini melakukan pengendalian maksimum.  Sementara anggota Dewan Keamanan PBB mendesak Kamboja dan Thailand untuk melakukan gencatan senjata permanen dan melaksanakan hal itu sepenuhnya. Akan tetapi baru beberapa jam setelah seruan itu, tentara kedua negara tersebut kembali saling tuding atas insiden terakhir yang terjadi.


Menlu Kamboja Hor Namhong menuding Thailand menggunakan bom dan amunisi terlarang dalam konflik tersebut. "Saya menyampaikan pandangan Kamboja kepada DK PBB tentang apa yang terjadi. Thailand menyerang dengan menggunakan bom curah, yang dilarang penggunaannya oleh aturan internasional.“
c.       Thailand Tolak Campur Tangan PBB
Di lain pihak, Menlu Thailand Kasit Piromya menolak semua tuduhan itu dan menyatakan bahwa pihaknya bukanlah yang lebih dulu membuka baku tembak. Thailand pun menolak penempatan pasukan perdamaian PBB di lokasi konflik. "Kami, Kamboja dan Thailand, sudah duduk bersama, membuat kemajuan bersama. Tak ada alasan untuk melanjutkan konflik," demikian dikatakan Kasit.
Kasit menambahkan, ia tidak mengadakan pembicaraan bilateral dengan menlu Kamboja dalam pertemuan DK PBB di New York. Namun kesempatan itu masih terbuka dalam pertemuan ASEAN yang akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 22 Februari mendatang.


Thailand  menyalahkan keputusan UNESCO yang mendeklarasikan reruntuhan Candi Preah Vihear sebagai warisan budaya dunia milik Kamboja, meski wilayah itu masih dipersengketakan. Pada tahun 1962, UNESCO menegaskan bahwa candi itu diakui milik Kamboja, namun baik Kamboja maupun Thailand mengklaim kepemilikan atas wilayah seluas 4,6 km2 yang mengelilingi candi tersebut.



2.   Thailand-Kamboja Bentrok Lagi di Wilayah Sengketa

Bentrok pecah di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja di dekat kuil sengketa, kata tentara kedua negara itu, mengakhiri kesepakatan gencatan senjata setelah pertempuran menewaskan. "Kami bertempur sekarang. Mereka menembaki kami lebih dulu," kata komandan tentara Kamboja kepada kantor berita Prancis AFP, mengacu kepada pasukan Thailand di seberang perbatasan itu. Juru bicara tentara Thailand Kolonel Sunsern Kaewkumnerd memastikan kerusuhan baru itu, tapi menuduh pihak Kamboja sebagai pemicu kembali kekerasan tersebut dengan melepaskan "kembang api". "Thailand membalas. Pertempuran itu masih berlangsung. Tidak ada laporan tentang korban," katanya.
Seorang tentara Kamboja, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan mortir, roket dan senjata berat digunakan dalam baku tembak itu. Kerusuhan terbaru itu, yang meletus pada sekitar pukul 18.35 waktu setempat (18.35 WIB), terjadi sehari setelah negara bertetangga tersebut menyetujui gencatan senjata untuk mengahiri pertempuran sengit di sekitar candi abad ke-11 Preah Vihear.
Kedua pihak mengaku tanah di sekitar kuil itu dan pengamat menyatakan sengketa tersebut digunakan sebagai titik simpul untuk membangkitkan rasa kebangsaan di Thailand dan Kamboja.
Bentrok ketiga senjata berat dalam beberapa hari terjadi, meski kepastian dari Thailand dan Kamboja pada Minggu bahwa mereka bekerja untuk meredakan ketegangan perbatasan tersebut.

Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, yang menghadapi tekanan dari kelompok kuat "Baju Kuning" di dalam negerinya atas penanganan masalah itu, mengatakan, "Tentara dan kementerian luar negeri kedua negara tersebut bekerja untuk memulihkan keadaan." Komandan tentara Kamboja ditempatkan di Preah Vihear menyatakan tentara Thailand dan Kamboja mengadakan pembicaraan untuk memperbaiki keadaan tersebut, meskipun ia mengingatkan bahwa suasan tetap "tegang" dan kedua pihak tersebut "masih siaga". Hubungan di antara kedua bertetangga itu tegang sejak candi diberi kedudukan Warisan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Juli 2008.

Pengadilan Dunia pada 1962 memutuskan Preah Vihear milik Kamboja, walaupun pintu masuk utamanya terletak di Thailand dan wilayah 4,6 kilometer persegi di sekitar candi itu didaku kedua pihak tersebut. Kamboja menyatakan dua tentara dan satu warganya tewas dalam pertempuran pada Jumat, sementara Thailand menyatakan warga desa di sisi perbatasannya juga meninggal. Satu tentara Thailand tewas dalam kelanjutan bakutembak singkat pada Sabtu pagi. Media di kedua negara itu menyatakan jumlah korban bisa jauh lebih tinggi, namun, koran Thailand menyatakan 64 tentara Kamboja tewas.
Di seberang perbatasan, dilaporkan bahwa sedikit-dikitnya 30 tentara Thailand tewas. Ribuan orang mengungsi saat desa dikosongkan di kedua sisi perbatasan itu saat pertempuran meletus. Tapi Somsak Suwansujarit, gubernur propinsi perbatasan Thailand Sri Sa Ket, menyatakan warga sudah mulai kembali ke rumah mereka, dengan berpikir bahwa keadaan membaik. Ketegangan berkobar dalam beberapa pekan belakangan setelah penangkapan tujuh warga negara Thailand akibat masuk secara gelap ke Kamboja pada ahir Desember. Dua dari mereka dijatuhi hukuman penjara panjang untuk mata-mata, dalam perkara menyebabkan kemarahan di kalangan nasionalis.
Sekitar 5.000 Baju Kuning, kekuatan yang harus diperhitungkan di politik bersandi warna Thailand, berkumpul di luar gedung pemerintah di Bangkok pada Sabtu, menyeru undur diri perdana menteri atas masalah tersebut.
3.   KTT ASEAN ke- 18
 Meski dua negara anggota ASEAN, Thailand dan Kamboja sedang dilanda konflik perbatasan, namun hal tersebut tidak akan mengganggu jalannya KTT ASEAN ke-18. Sengketa kedua negara ini tidak akan mengganggu hubungan baik negara ASEAN dengan kawasan Uni Eropa (UE).
"Saya rasa tidak (mengganggu). Anda lihat sendiri, bagaimana tanggapan dari pelaku bisnis UE sudah baik. Business Summit ini pertama antara ASEAN dengan EU yang diselenggarakan oleh Indonesia," ujar Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa.
Hal itu dikatakan dia usai acara pembukaan ASEAN-UE Business Summit di area KTT ASEAN, Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2011).
Dalam KTT ke 18, belum dijadwalkan secara khusus mengenai permasalahan sengketa batas kedua negara itu. Namun dalam pertemuan setingkat ASEAN, isu seperti itu lazim untuk dibahas.
"Saya tidak bisa mendahului pertemuan pimpinan negara. Sekali lagi, mengingat masalah ini telah menjadi perhatian dalam beberapa hari ini, sangat wajar seandainya masalah itu dibahas dalam pertemuan ini, namun kepala negara juga akan membahas banyak masalah," terangnya.
Terkait ASEAN-UE Business Summit, menurut Marty, negara-negara UE saat ini sudah mulai melirik ASEAN. Negara-negara ASEAN merupakan negara yang memiliki prospek baik untuk kerja sama dengan kawasan Uni Eropa.
"Anda tahu bahwa kawasan Eropa semakin mengetahui negara-negara di ASEAN. Negara-negara ASEAN sangat berpotensi untuk kerjasama di bidang investasi dan lain-lain," imbuhnya.



KESIMPULAN

1) Setiap perselisihan tentang perbatasan maupun masalah lainnya antar negara hendaknya diupayakan dengan jalan negosiasi.
2) Bila negosiasi bilateral menjadi buntu, maka perlu dilibatkan pihak ketiga, apakah itu PBB, negara perantara, dsb.
3) Perlunya kekuatan militer yang signifikan agar menjadi daya penggetar bagi negara tetangga maupun negara manapun untuk tidak memulai konflik dengan negara kita.




Tidak ada komentar: